Pages

Ads 468x60px


Kamis, 27 Juni 2013

Aku Masih Mengharapkanmu

“Aku masih mengharapkanmu.” Satu kata bodoh yang sering aku ucapkan. Menyakitkan memang. Tapi aku harus bagaimana? Cinta tidak bisa di paksakan. Walaupun takdir mengatakan aku tidak berjodoh dengannya, tapi aku tidak bisa memungkiri. Hatiku masih untuknya.
Bukan hal yang mudah untuk membuka hati kepada yang baru. Aku terlalu mencintai dia. Hatiku terlalu kaku karena mencintai dia. Hingga aku tak bisa merasakan rasanya sakit ketika dia selalu menyakitiku. Wanita mana yang mau selalu di sakiti, aku juga ingin merasakan rasanya bahagia. Jika aku menyebut dia seorang PHP, aku salah besar. Aku tau semua itu bukan salahnya. Memang salahku. Aku terlalu payah karena mencintai sahabatku sendiri.  Mungkin memang laki-laki seperti itu. Aku selalu menaruh perhatian lebih kepadanya. Bahkan mungkin lebih dari kekasihnya sendiri, tapi sayang, dia tidak sepeka yang aku kira.
Terlalu banyak kenangan indah yang telah aku buat dengannya. Mungkin baginya semua itu tidak berarti. Tapi bagiku? Memandang matanya saja adalah sebuah karunia. Aku tidak  tau kapan awal mula segala gejolak asmara ini muncul. Semua terasa mengalir begitu saja. Awalnya aku hanya mencintainya sebagai sahabat, tapi entah kenapa semakin lama aku merasa ada yang bergetar di hatiku setiap kali aku dekat dengannya. Tidak bisa di pungkiri, aku mencintainya sejak pertama aku melihatnya. Namun mungkin tuhan hanya mengijinkanku untuk hanya menjadi sahabatnya. Tak apalah, yang penting aku dapat dekat dengannya.
Dan kenyataan yang paling pahit yang aku tau adalah selama ini dia telah memiliki seorang tunangan, dan lebih parahnya lagi tunangannya itu adalah sepupuku. Jadi tidak mungkin jika aku merebut dia dari sepupuku sendiri apalagi jika aku menjadi yang kedua. tidak terbayang betapa berdosanya aku.
Tapi aku sadar, mungkin dari sini Tuhan ingin mengajarkan aku bagaimana caranya bersyukur dan bersabar. Bisa saja bila tidak ada kisah nan menyakitkan ini, aku hanya bisa menjadi seorang wanita yang super egois.
Segila-gilanya hidup ini, harus kita syukuri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates