Pages

Ads 468x60px


Selasa, 09 Juli 2013

Cintaku Di Ujung Jalan

                                    “cintaku t’lah di ujung jalan.” –Agnes Monica
2 tahun lebih kita menjalin asmara ini, suka duka telah kita jalani bersama. Selama ini aku merasa selalu bahagia bila ada di sampingmu. Tak pernah muncul satu pun alasan untukku membencimu. Aku telah mencintaimu dari segi manapun. Kau begitu sempurna di mataku.
1 tahun yang lalu, aku masih ingat kedekatan kita yang begitu hangat. Kau yang selalu menyapaku di setiap waktuku, yang selalu meluangkan waktu hanya untuk bersamaku, dan yang selalu mengerti keadaanku. Tak pernah sekalipun kau membuatku marah besar. Kau yang selalu mengingatkan aku saat aku khilaf.  Aku selalu menganggapmu pangeran ku. Aku ingin tetap berada di dalam sini, didalam kehangatan kasih sayangmu.
Jiwamu terlalu lekat di hatiku. Bayangmu selalu menghampiri menit-menitku. Aku merindukan detik-detik bersamamu dulu. Saat kita berbagi cerita, saat kekonyolan yang kau buat membuatku tertawa. Saat aku merasa gila ada di sampingmu, gila karena cintamu.
Kini semua itu serasa sudah sirna. Kau menggantungkan hubungan ini. Kau bukan kekasihku yang dulu. Kini kau selalu sibuk dengan segala urusanmu. Perhatianku? Kini tak ada artinya untukmu. Aku mengerti keadaanmu, tapi kau? Kau selalu mudah marah setiap aku sedikit berbuat kesalahan. Aku hanya ingin dimengerti. Kau kini tak pernah memperdulikanku lagi.
Aku selalu mencoba sabar dan tegar saat berhadapan denganmu. Aku tidak ingin memulai semua permasalahan. Aku ingin menyelesaikan ini, menyelesaikan pertengkaran bodoh ini. Aku merindukan bayangmu yang dahulu mengisi hari-hariku. Entah apa yang telah aku lakukan padamu hingga membuat kau seperti ini.
Aku ingin semua kembali seperti semula. Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tapi kau selalu mengabaikan setiap kata-kataku. Sakit... mendengar semua ini aku merasa sangat miris. Aku bertahan di sini hanya untuk kau abaikan.
Kau seperti tidak pernah mengganggapku sebagai kekasihmu. Aku tidak pernah jenuh mencintaimu, tapi aku tak tau jika kau bisa jenuh hanya dengan memberikan cintamu untukku. Aku tidak tau kemana hubungan ini akan berlanjut. Kau masih saja mengantungkan kisah cinta kita, tak tau apa masih atau tlah berakhir. Mau sampai kapan kau gantung hatiku seperti ini? Teganya kau menggantung cintaku. Harusnya kau jelaskan semua, agar kisah kita jelas.
Waktu terasa berputar seribu kali lebih cepat, hingga membuatmu linglung dan melupakan kenangan itu. Membuatmu hampir menghapus namaku yang dahulu selalu tersimpan rapih di hatimu. Tak pernah ada sedikit kemauan dari hatiku untuk menghapus kau dan semua kenangan ini.

Aku akan terus tersenyum dalam pahitnya cinta kita. Terima kasih tuk segala luka yang kau beri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates